Minggu, 05 Desember 2010

TUGAS BIOLOGI (INTERAKSI TUMBUHAN)

Interaksi Tumbuhan
*      Interaksi Tumbuhan dengan Mikroorganisme

1.      SIMBIOSIS TANAMAN LEGUMINOCEAE
Rhizobia sangat unik karena bakteri ini hidup dalam hubungan simbiosis dengan legume. Tumbuhan legume yang umumnya ditanam di lading antara lain kacang-kacangan, buncis, dan kedelai. Rhizobia hidup di dalam tanah dimana rhizobia menyerang akar dari tumbuhan legume, apabila bakteri tersebut mempunyai nod yang benar atau nodulating genes , simbiosis dapat dilakukan. Rhizobia memasuki rambut akar dan bergerak menyusuri tabung ke pusat dari sel rambut akar. Proliferasi sel tumbuhan ini membentuk suatu nodul. Bakteri ini berdiferensiasi secara morfologi kepada bacteroids dan memfiksasi nitrogen bebas dari atmosfer kepada tanaman dalam bentuk yang dapat digunakan. Sebagai timbal balik, tanaman tersebut memberi makan bakteri dengan gula, protein, dan oksigen.
Simbiosis antara legume dan rhizobia adalah suatu contoh klasik dari simbiosis mutualisme, rhizobia memberikan ammonia atau asam amino untuk tumbuhan dan menerima asam organic (dicarboxylic acids malate dan succinate) sebagai sumber karbon dan energi. Tumbuhan legume memberikan petunjuk evolusi rhizobia kepada mutualisme yang lebih baik dengan mengurangi suplai oksigen ke nodul yang memfiksasi nitrogen yang lebih sedikit. (Madigan, 2006)
soynodules legum.jpg
Bakteri Rhizobium pada akar tanaman Leguminoceae
bakteri rhizobium dengan tanaman legum.jpg
2.      SIMBIOSIS PADA TANAMAN TEBU

*      Fiksasi nitrogen dilakukan oleh bakteri non- Leguminosae.
*      Simbiosis tebu dengan Gluconacetobacter diazotrophicus : ‘obligate endophyte’.
*      Hingga 80% nitrogen pada berbagai varietas tebu berasal dari bakteri endo-simbiosis.
*      Populasi endo-simbion diazotrof dapat mencapai 106-107 sel/g jaringan segar tebu.
*      Tidak ada nodul atau struktur khusus yang
*      ditemukan pada tebu yang terkolonisasi oleh bakteri diazotrof.
*      Bakteri Diazotrof
1. Gluconacetobacter diazotrophicus
2. Herbaspirillum rubrisubalbicans
3. Herbaspirillum seropedicae
4. Enterobacter cloacae
5. Pseudomonas stutzeri
6. Burkholderia cepacia






*      Interaksi Tumbuhan dengan Tumbuhan Lain

1.      INTERAKSI ANTARA TUMBUHAN EPIFIT DENGAN INANGNYA

Tumbuhan epifit artinya tumbuhan yang menepel pada bagian luar tumbuhan lain. Tumbuhan yang menempel itu tidak merugikan tumbuhan yang ditumpangi. Contohnya,tumbuhan paku- pakuan dan anggrek yang tumbuh pada ranting atau batang pohon tumbuhan berkayu.

Tumbuhan paku sulit hidup di tanah. Untuk hidupnya, tumbuhan paku menempelkan tubuhnya pada kulit batang atau cabang tumbuhan yang lain, khususnya pada batang atau dahan yang basah atau lembap. Tumbuhan paku tidak mengambil zat hara dari jaringan hidup tumbuhan yang ditumpanginya, tetapi dari air dan debu yang menempel pada kulit tersebut. Dengan demikian, tumbuhan yang ditumpangi tidak dirugikan. Sebaliknya, tumbuhan paku dan epifit lainnya memperoleh keuntungan, yaitu dapat menumpang serta mendapat air dan hara dari kulit batang tumbuhan inangnya.

anggrek dengan inangnya.jpg

Tumbuhan epifit dengan inangnya



2.      INTERAKSI ANTARA BENALU DENGAN TUMBUHAN INANGNYA

Benalu termasuk tumbuhann biji dan berdaun hijau. Akar benalu itu tidak sempurna sehingga tidak mampu menyerap air dan hara langsung dari tanah. Untuki memenuhi kebutuhan akan air dann hara, benalu menumpang pada ranting tumbuhan jenis lain. Lalu akarnya yang berupa alat isap akan menembus masuk ke dalam jaringan pengangkut tumbuhan yang ditumpanginya. Kemudian benalu akan menyerap air dan hara yang terlarut di dalamnya. Sehingga tumbuhan inang mengalami kerugian karena air dan hara yang akan digunakan untuk hidupnya diserap oleh benalu. Akibatnya dari kegiatan benalu tersebut, biasanya ujung ranting tanaman yang ditumpanginya mengecil, kurus, dan akhirnya mati. Oleh karena itu, kalu kamu memiliki tanaman buah, jangan lupa untuk membersihkannya dari benalu yang menempel.


Benalu dengan Tumbuhan Inangnya





3.       INTERAKSI ANTARA TALI PUTRI DENGAN INANGNYA

Dilihat dari ciri fisiknya, tali putri yang bernama ilmiah Cuscuta sp atau sinonim lainnya sebagai Cassytha capillaris dan Cassytha filiformis, memang memiliki bentuk seperti tali, mirip mi spaghetti. Warnanya yang kuning keemasan akan tampak cemerlang jika mendapat sinar Matahari sehingga cukup menarik perhatian, meski dari jarak yang relatif jauh.

Kehadirannya dalam bentuk tumpukan atau menumpang di atas tanaman perdu (biasanya tanaman pagar) dan semak-semak yang berwarna hijau akan menciptakan kontras tersendiri. Tumpukan yang ditandai dengan sulur yang berjurai-jurai terlihat laksana rambut berwarna keemasan yang menghiasi tumbuhan perdu atau semak. Banyak orang tertarik karenanya. Anak-anak sering menjadikan tali putri sebagai bahan mainan. Dengan seluruh daya tariknya, tali putri pun bisa tampil bak putri nan genit.

Namun, di balik sifat genitnya, tali putri sesungguhnya punya sifat merugikan. Ya, kehadirannya “menumpang” di atas tumbuhan perdu atau semak bukanlah karena ia “disukai” sang tanaman inang. Bukan pula kehadirannya yang bak hiasan itu karena ada kerja sama atau simbiosis mutualisme (saling menguntungkan) antara tali putri dengan tumbuhan inangnya. Yang terjadi adalah sebaliknya, “menumpangnya” tali putri di atas tumbuhan inang karena ia “tengah menjajah” tumbuhan lain melalui pola hubungan simbiosis parasitisme. Tali putri memang tumbuhan parasit yang bisa membunuh inangnya.

Di awal kehadirannya bersimbiosis dengan tumbuhan inang, tali putri hanya membelit, melilit, dan kemudian sedikit mengisap saripati makanan dari tumbuhan inang. Kebutuhan nutrisi, air, dan mineral untuk melanjutkan kehidupannya ia gantungkan pada tumbuhan inang. Namun, seiring dengan perkembangan dan pertumbuhannya, tali putri tak hanya “sedikit menghisap” nutrisi sang inang. Ia juga akan bersaing memperebutkan ruang dan jatah cahaya matahari.
Yang semula hanya melilitkan sulurnya pada bagian batang bawah tumbuhan inang, secara perlahan ia akan bergerak naik dan secara bergerombol “hinggap” dan menutupi tumbuhan inang.

Akibat “perbuatan” tali putri, tak sedikit tumbuhan yang menjadi inangnya hidup meranggas. Sebagian lainnya malah mengering, lalu mati. Jika kebetulan tumbuhan yang dijadikan inang tali putri termasuk tanaman komoditas penting yang diusahakan petani, seperti tomat, kehadiran tali putri sangatlah merugikan. Produktivitas bisa turun dan petani akan mengalami kerugian ekonomi yang cukup berarti. Di Amerika Serikat, tali putri tergolong parasit yang diwaspadai dan masuk dalam daftar “sepuluh gulma utama” musuh Departemen Pertanian AS (USDA).

Sulit dikendalikan
Tali putri tersebar di kawasan tropik dan ditemukan tumbuh pada beberapa tanaman perdu dan semak yang rendah, baik semak belukar maupun lapangan terbuka pada daerah pantai atau jauh dari pantai. Tumbuh tidak teratur dan dapat menutup tumbuhan inang (host) hingga tidak kelihatan sama sekali. Batangnya berbentuk bulat seperti benang, lemah, bercabang, dengan diameter kurang dari 0,5 mm, berwarna cokelat muda kekuningan, panjangnya bervariasi, bisa mencapai 3-8 meter, melekat pada tumbuhan lain dengan alat pengisap. Daunnya berupa sisik kecil. Sedangkan bunganya juga berukuran kecil, berwarna putih kekuningan, berkumpul berbentuk bulir dengan panjang 2-5 cm. Buahnya berbentuk bulat, berdaging, dengan diameter 3-7 mm. (dr. Setiawan Dalimartha, “Atlas Tanaman Obat Indonesia”, Puspa Swara, 2006)

Tiap tahun tali putri menghasilkan biji yang jatuh ke tanah dan berkecambah dalam tanah. Tali putri muda panjangnya 2-4 inci, yang tumbuh dan bergerak ke arah inang. Pada musim panas dan gugur atau musim kemarau di Indonesia, tali putri menghasilkan bunga-bunga berukuran kecil berwarna putih. Bunga ini memproduksi dua sel kapsul buah yang meretak dan melepaskan 1-4 biji, di mana tiap bijinya bisa menghasilkan tumbuhan baru tiap tahun.
Sebagian berpendapat, tali putri tidak memiliki zat hijau daun (klorofil) setelah ia menggantungkan seluruh hidupnya pada tumbuhan inang. Namun, berdasarkan sejumlah studi diketahui, tumbuhan tersebut memiliki klorofil pada tunas, buah, dan batangnya. Penyebarluasan biji tali putri bisa melalui sisa panen yang berpindah, aliran air irigasi, disebarkan langsung oleh manusia, atau bersama-sama dengan sisa pembuangan semak atau gulma. Tali putri juga memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap perubahan lingkungan. Bijinya mampu “tidur” atau dormansi selama lima tahun dalam tanah, menunggu kondisi yang baik untuk pertumbuhannya.

Tumbuhan yang bisa diserang bukan hanya semak-semak belukar atau tumbuhan pagar, tapi juga tanaman hias seperti dahlia, krisan, atau helenium. Jika kebetulan menjumpai tali putri pada tanaman hias, sebaiknya segera dibasmi ketika masih belum berkembang biak. Jika sudah berbiak banyak dan menutupi permukaan tumbuhan, pengendaliannya menjadi lebih sukar. Tali putri termasuk parasit yang bandel karena sulit dibasmi jika tidak dibasmi sekaligus bersama tumbuhan inangnya.


Tali Putri dengan Tumbuhan Inangnya


*      Interaksi Tumbuhan dengan Hewan

1.      INTERAKSI ANTARA BUNGA DENGAN LEBAH MADU

Lebah membutuhkan nektar yang terdapat pada bunga sebagaimakanannya. Bunga membutuhkan lebah untuk membantu terjadinya proses penyerbukan.
Banyak tumbuhan yang memiliki bunga dengan warna mencolok dan amat mempesona. Warna tersebut sebenarnya tidak diperuntukkan bagi kita, tetapi bagi makhluk lain yang sangat diharapkan dapat membantunya dalam proses penyebukan.

Pada bunga terdapat calon biji. Biji baru akan terbentuk setelah terjadi pembuahan
antar sel kelamin jantan (dalam sebuk sari) dan sel kelamin betina (dalam putik). Proses pembuahan ini akan diawali oleh penyerbukan terlebih dahulu, yaitu peristiwa menempelnya serbuk sari di atas kepala putik. Umumnya, serbuk sari dapat menempel di atas kepala putik dengan bantuan angin atau makluk hidup yang lainnya, seperti lebah madu.

Jadi warna yang mencolok pada bunga merupakan cara tumbuhan untuk menarik
perhatian serangga penyerbuk, yaitu lebah madu. Apabila lebah datang untuk mengisap madu bunga(nektar), tubuhnya akan menyentuh kepala sari . Akibatnya, sebuk sari akan menempel pada kaki atau bagian tubuhnya yang lain. Bila bagian tubuh lebah yang ditempeli sebuk sari menyentuh kepala putik maka terjadilah penyerbukan. Hal yang sama juga dapat terjadi pada saat lebah madu hinggap pada bunga lain. Dengan demikian, antara lebah madu dan bunga terjadi simbiosis yang saling menguntungkan. Lebah madu beruntung karena mendapatkan makanan, sedangkan bunga terbantu proses penyerbukannya.
lores-bee-on-marigold-0498.jpg
Bunga dengan lebah madu

ratu lebah dan kembang sepatu kuning.jpg
      Bunga dengan lebah madu


   TUGAS BIOLOGI

    “INTERAKSI TUMBUHAN“

logo unpad.jpg

Kelompok 28
Anggota :
*    Nanda Maulana       240210090136
*    Muhammad Ilham 240210090137
*    Putri Andini             240210090138
*    Rizki Novita Sari    240210090139

TEKNOLOGI INDUSTRI PANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
UNIVERSITAS PADJAJARAN
2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar